Posted by Aak
Aak-share.com Updated at: 3:40:00 PM

Pengertian, Jenis serta contoh pantun

No comments:
PENGERTIAN PANTUN

Pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan. Dalam kesusastraan, pantun pertama kali muncul dalam sejarah dan hikayat-hikayat yang sezaman. Kata pentun mempunyaai asal usul  yang cukup panjang dengan persamaan dar bahaa jawa yaitu kata parik yang berarti pari, artinya peribasa atau peribahasa dalam bahasa melayu. Arti ini juga berdekatan dengan umpama dan selokan dari bahasa India.

Abdul Rani (2006;23) mengatakan,bahwa ciri-ciri pantun sebagai berikut :
1. Terdiri dari empat baris
2. Tiap baris memliliki 9 atau 10 suku kata
3.Dua baris pwrtama disebut sampiran dan dua baris kedua berikut bersisikan si pemantun. bagian ini di sebut isi pantun


JENIS-JENIS PANTUN
Jenis-Jenis pantun berikut sedikt penyesuaian  menurut Effendy (1983;29)
pantun dapat dibagi dua jenis dan isinya yaitu :
1. Pantun anak-anak, berdasarkan isisnya dapat dibedakan menjadi
a. Pantun suka cita
b. pantun duka cita
c. Pantun jenaka atau pantun teka teki

2. Pantun orang muda,  berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi
a. pantun dagan atau nasib
b. pantun berkenalan
c. pantun berkasih-kasihan
d. pantun perceraian

3. Pantun orang tua, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi
a. pantun nasib
b. nasib adat
c. nasib agama

PENJELASAN DAN CONTOH SERTA MAKNA PANTUN
Berikut merupakan makana dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pantun nusantara. Penggalian Makna pantun dibagi berdasarkan jenis pantun.
1. Pantun anak-anak, berdasarkan isisnya dapat dibedakan menjadi :
a. Pantun suka cita : pantun yang mengunkap suka cita tersebut dilontarka dalam situasi suka cita. dituturakan rang yang mendengarkan merasakna suka cita :

Burung merpati burung dara 
Terbang menuju angkassa luas
Hati siapa yang yang tak gembira
Karena aku telah naik kelas


Pantun tersebut menggambarkan kegembiraan hati anak-anak karena naik kelas.

b. Pantun duka cita : Pantun yang mengungkapkan kesedihan seseorang. Pantun ini dilontarkan untuk menghilangkan suasana duka cita yang ada.


Memetik manggis dikotak kedu
Membeli tebu uangnya hilang
Menagis adik tersedu-sedu
Mencari ibu belum juga pulang

Pantun tersebut mewakili perasaan anak yang ditinggalkan orang tuanya.

c. Pantun jenaka atau teka teki : bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan media untuk saling menyindir dalam suasana penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka suasana menjadi riang.

Pohon manggis ditepi rawa
Tempat nenek tidur beradu
Sedang menangis nenek tertawa
Melihat kakek bermain gundu

Masyarakat terdahulu menggunakan pantun sebagai media pelipur lara atau menghibur.

2. Pantun orang muda,  berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi :
a. Pantun dagang atau nasib : merupakan rangkaian kata-kata mereflesikan nasib atau keadaan seseorang. Pantun ini biasanya dinyanyikan atau dibacakan oleh orang-orang yang berada di perantauan yang ingat dengan kampung halamannya atau nasibnya tak seberuntung tremannya.

Tujung berapi hanyut teraung
Hanyut air di air sungai
Niat hati hendak pulang kampung
Apa daya tangan tang sampai

Pantun ini menggambarakan bagaimana orang yang merantau, berada jauh dari kampung halamannya, sangat merindukan kampng halamnnya.

b. Pantun perkenalan : pantun yang berisi ungkapan untuk mengenal seseoranag dan ucapannya berupa pantun.

Darimana hendak kemana
Manggis dipetik dengan pisau
Kalau boleh kami bertanya
Gadis cantik siapa namamu

Pantun tersebut menggambarkan bagaiman keinginan seseorang untuk berkenalan denga seseorang yang ditemuinya.

c. Ungkapan kasih-kasihan : Pantun yang berisikan ungkapan yang ditunjukan pada orang yang dicintainya.

Jalan lurus menuju tuban
Terus pergi mengangkat peti
Badan kurus bukan tak makan
Kurus memikirkan si jantung hati

Pantun tersebut menggambarkan rasa cinta seseorang terhadap pasangannya dan membuat ungkapa berlebihan badannya kurus karena memikirkan kekasihnya. Hal tersebut tentunya akan membuat sang kekasih tersentuh dan menambah keharmonisan hubungan.

d. Pantun perceraian : Pantun yang berisi ucapan perpisahan atau perceraian. Pantun ini dilontarka ketika pasangan sedang memiliki masalah mungkin berniat untuk berpisah atau memutuskan hubungan.

Jaga tugu di tengah jalan
Menjaring ikan  mendapat kerang
Tega nian aku kau tinggalkan
Hidup di dunia hanya seorang

Pantun perceraian tersebut menggambarkan kegundahan seseorang karena ditinggalakan oleh pasangannya.

3. Pantun orang tua, berdasarkan isinya dapat dibedakan menjadi :
a. Pantun nasihat : rangkain akata-kata yang mempunyai makana mengarahkan atau menegur seseorang menjadi lebih baik. Pantun nasehat dari zaman ke zaman mengalami perkembangan, awal mulanya pantun karya lisan yang sepontan terucap dari orang yang kreatif.

Bau paku sedin teladan
Buaq randu masak odaq
Pacu-pacu pada sekolah
Jari sangu sak uwah toak

Memetik dekat selokan
Buah kapuk matang muda
Rajin-rajin bersekolah
Jadi bekal ketika tua

b. Pantun adat : pantun yang menggunakan gaya bahasa bernuansa kedaerahan dan kental akan unsur adat budaya tanah air.

Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berubah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Pantun tersebut menggambarkan adat istiadat melayau dimana hukumnya berujung atau bermula dari kitabullah atau Al-qur'an. Kearifan local yang terkandung ynag bertumpu pada Al-qur'an.

c. Pantun agama : yang didalamnya mengandung kata-kata nasehat atau petuah yang memiliki makna mendalam menjalani hidup, yang biasanya berisi kata-kata yang bisa mendorong kita untuk tidak melanggar aturan agama baik untuk diri maupun orang lain.

Aqu lalo beli tembange
Te ngadu ngelim perang
Lamun mele tame surge
Girang-girang ngji sembahyang

Saya pergi membeli tembaga
Saya pakai untuk merakatkan parang
Apabila ingin masuk surga
sering-sering mengajin dan sembahyang

Kearifan yang terkandung pada lelakaq ini jelas sekali mengenai ajaran agama, pesan yang terkandung yaitu apabila kita ingin masuk sura sering-seringlah kita mengaji (membaca Al-qur'an) sera sembahyang (sholat lima waktu serta sholat sunnah). Dari lalekaq tersebut jelas sekali masyarakat sasak sebagian besar adalah pemeluk agama yang kuat.

Pantun merupan sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun berlatih memikir tentang makna kata sebelum berujur. Ia juga berfikif sosiatif, bahwa sesuatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Demikian penulisan mengenai pengertian, jenis, serta contoh pantun. Kurang lebihnya saya minta maaf, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments