Posted by Aak
Aak-share.com Updated at: 12:11:00 PM

Gaya Flop Dalam Lompat Tinggi

No comments:
Gaya Flop Dalam Lompat Tinggi - Dugaan semula yang menyatakan bahwa gaya straddle dianggap sebagai gaya yang terakhir, ternyata salah. Karena beberapa tahuun kemudian muncullah gaya baru, yaitu Gaya Flop. Gaya ini diciptakan oleh Dick (Ricarod) Fosbury, seorang pelompat tinggi dari Amerika.


Dalam Olympiade Mexico tahun 1968 dengan gaya tersebut Fosbury berhasil menduduki juara pertama. Mulai saat itu pula perhatiaan para ahli atletik tertuju pada gaya baru yang unik itu. Dikatakan unik, karena saat melewati mistar posisi badan dalam keadaan terlentang dan mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu dalam posisi terlentang.

Pada gaya flop terdapat komponen-komponen kekuatan dan gerak putaran saat melompat :

a. Kekuatan menolak
  1. Kekuatan kearah vertikal (lambung keatas)
  2. Kekuatan kearah horizontal (mendatar)
  3. Kekuatan kombinasi antara kekuatan horizontal dan transversal
b. Gerakkan putaran saat melayang
  1. Putaran pada as vertikal (saat akan membelakangi mistar)
  2. Putaran pada as horizontal (saat melewati mistar)
  3. Putaran kombinasi antara pada as horizontal dan transversal
Analisa gerakkan Gaya Flop sebagai berikut :

Awalan
  1. Pada mulanya awalan yang dilakukan oleh Fosbury berbentuk lingkaran/melengkung (kurve) hampir setengah lingkaran. Titik awalan dari depan melingkar kekiri (Fosbury bertumpu dengan kaki kanan).  Cara melakukan awalan sejenis ini (melingkar)  Fosbury mendarat diri pada teori gaya sentrifugal, yaitu suatu benda yang bergerak cepat pada jalur melengkung (melingkar), apabila benda tersebut berhenti mendadak akan terlempar keluar menjauhi titik pusat lingkaran.
    Demikian pula pada awalan gaya flop ini, Dengan awalan yang melengkung, setelah bertumpu pihak pelompat akan lebih mudah berputar keluar pad aporos vertical dalam usahanya membelakangi mistar. Namun dalam beberapa segi awalan jenis melingkar ini ada kelemahannya, antara lain :
    1) Berlari cepat saat mengambil awalan pada jalur melingkar dengan jari-jari kecil relatif sulit agak sulit dilakukan
    2) Keajegan dan ketepatan langkah awal pada setiap lompatan agak sulit di pertahankan.
    3) Awalan yang langsung melingkar lebih banyak menuntut tenaga, karena jalur awalan relatif harus panjang.

    Itulah sebabnya maka muncul awalan dengan bentuk yang lain, yaitu arahnya tegak lurus atau sedikit serong dari sisi luar, pada tiga langkah terakhir baru berbelok/melengkung kedalam kearah titik tumpu.
    Dengan kedua jenis awalan ini kelemahan awalan melingkar dapat dihindari.
  2. Langkah awal pada gaya flop lebih cepat dibanding dengan gaya straddle, karena semakin cepat laju awalan akan mempermudah timbulnya gerak putaran keluar pada poros vertical setelah tumpuan dilakukan.
  3. Banyaknya langkah sekitar 9 sampai 15 langkah tergantung kemantapan dari kemampuan masing-masing pelompat


    Dengan kedua jenis awalan ini kelemahan
    awalan melingkar dapat dihindari

Tumpuan
  1. Bertumpu dengan kaki yang terjauh dari mistar (kaki laur).
  2. Trik tumpuan berada pada jarak sekitar 60 - 100 cm dari mistar
  3. Saat akan bertumpu berat badan diturunkan dengan cara menekuk kaki tumpu tumpuan sekitar 130 - 160 derajad. Sikap badan relatif tetap tegak (tidak perlu condong kebelakang), agar gerakkan putaran keluar pada poros vertikal tidak mengalami hambatan.
  4. Saat tumpuan, kaki bebas tidak perlu diayun lurus pada lutut paha saja yang diangkat maksimal sehingga pinggul dan agak diputar kearah kaki tumpu (inipun untuk mempermudah timbulnya putaran pada as vertikal).
  5. Saat bertumpu ayunan tangan bisa secara ganda atau dengan cara biasa saja.

Lompat tinggi Gaya Flop saat melewati mistar

Melayang
  1. Saat kaki tumpu lepas dari tanah, badan mulai diputar keluar pada poros vertikal untuk membelakangi mistar, paha kaki bebas (kaki ayun) tetap diangkat setinggi pinggul, tungkai bawah ditekuk rileks pada lutut.
  2. Menjelang melewati mistar, kepala diputar kesamping (Fosbury ke kiri) pandangan keatas mistar, sikap badan mulai membusur keatas agar punggung tidak menyentuh misatar. Saat itu badan berputar pada poros transversal. Kedua lengan rilek kesamping.
  3. Pada titik ketinggian maksimal, perut dan pinggul didorong keatas sehingga badan benar-benar membusur keatas. Saat itu kedudukan mistar berada bibawah punggung/pinggang, kedua paha sejajar dalam posisi lutut ditekuk rilek, kedua tungkai bawah tergantung  vertikal atau agak ditarik kearah pantat. Kedua lengan tangan tetap terentang kesamping. Pandangan bisa kesamping atau kearah perut (dagu ditarik kedada).
  4. Agar tidak menyentuh mistar, pada saat badan mulai meluncur kebawah, kedua kaki/lutut diluruskan keatas (seperti gerakkan pisau lipat). Pandangan kearah kaki dagu ditarik kedada, kedua tangan terentang kesamping.
Pendaratan
Mendarat dengan bagian punggung terlebih dahulu. Kedua kaki tetap terjulur keatas (jangan sekali-kali ditarik kedada). Kedua tangan terentang kesamping.

Dalam perkembangannya Gaya Flop benar-benar sangat menakjubkan, baik diluar maupun didalam negeri. Dengan gaya ini para pelompat tinggi dunia secara gemilang berhasil mencatat prestasi mengagumkan, antara lain :

a. Putra
  1. J. Wiszola (polandia) =2, 25 m yang sekaligus memecahkan rekor duia lama 2, 23 m (V. Brumel dengan gaya straddele).
  2. Wladerimir J. (Rusia) = 2, 33 m
  3. Lie Hua (RRC) = 2, 37 m
b. Putri
  1. Rosemarie Ackermann (Jerman Timur) = 1,93 m
  2. Sara Simeoni (itali) = 2,01 m
Di Indonesia baru tahun 1974 gaya flop mulai kita kenal. Dalam selang waktu relatif singkat, yaitu tahun 1987 pelompat tinggi Suwignyo dengan gaya flop berhasil memecahkan rekor nasional yang bertahan selama 24 tahun dari 1,96 m (Okamona, dengan gaya guling samping) menjadi 1,98 m. Tidak lama kemudian rekor ini diperbaiki lagi menjadi 1,99 m. Beberapa tahun kemudian ketut Widiana (Bali) dengan gaya flop barhasil berhasil memperbaiki rekor nasional tadi menjadi 2,02 m, sekaligus merupakan pelompat tinggi Indonesia pertama yang mampu melampaui ketinggina mistar diatas 2 m. Di bagian putri, Sri Purwidiati berhasil memecahkan rekor nasioanl dari 1,60 m (Sukesti) menjadi 1,62 m. Kemudian rekor ini di pecahkannya lagi menjadi 1,66 m.

Namun demikan gaya flop ini kurang dapat berkembang dan tersebar secara meluas di masyarakat termasuk di sekolah-sekolah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
  1. Ditinjau secara teknis gaya flop memang agak sulit dan menuntut daya koordinasi yang cukup tinggi.
  2. Kurangnya kemampuan para guru/pembina olahraga (khususnya atletik) untuk memahai tentang gaya flop, baik dalam segi teori maupun pelaksanaannya.
  3. Sulitnya dalam pengadaan alat-alat fasilitas, terutama mengenai alas pendaratan (kasur busa atau bahan sejenisnya).
Serangkaian gerak pada Gaya Flop



Demikian kami sampaikan mengenai Gaya Flop Dalam Lompat Tinggi, terimaksih sudah berkunjung di aak-share.com dan semoga bermnafaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments