Posted by Aak
Aak-share.com Updated at: 12:05:00 PM

Tahapan-tahapan Gerakan Lompat Tinggi

No comments:
Tahapan-tahapan Gerak Lompat Tinggi - Setiap gerakkan yang di tinjau untuk mencapai hasil tertentu, khususnya dalam aktivitas olahraga, selalu terdiri dari rangkaian gerakkan yang selalu diikuti oleh gerakkan berikutnya. Demikian pula halnya dalam lompat tinggi. Hasil ketinggian lompatan ditentukan oleh empat tahap gerakkan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, yaitu awalan, tumpuan , melayang dan pendaratan.


1. Awalan
Awalan merupakkan kunci pertama bagii pelompat tinggi dalam usahanya melampaui suatu ketinggian. Untuk menguasai dengan baik cara melakukan awalan perlu memperhatikan sebagai berikut :

a. Titik awal dan sudut awalan harus tepat
yang dimaksud dengan titik awalan adalah tempat berpijak atau berdiri pemula sebelum pelompat mulai melakukkan lari awalan. Oleh sebab itu awalan harus tepat dan tetap, agar banyaknya langkah, irama, dan kecepatan dalam setiap lompatann juga selalu tetap.

Mengenai sudut awalan termasuk dari masing masing gaya, misalnya gaya scots sekitar 30-45 derajad, gaya gunting sekitar 40-50 derajad, gaya guling sisi dan straddle sekitar 40 derajad, dan gaya flop sekitar 70-85 derajad, walaupun pada langkah tersebut mengecil sekitar 35-40 derajad.

b. Arah awalan terganyung kaki tumpuan
Secara teknis kaki kiri atau kanan yang di pakaiuntuk bertumpun dan menekukmdari mana pelompat harus mengambil awalan, innipun tergantung pula dari gaya yang dipakai.

c. Langkah kaki dari pelan semakin cepat, dilakukan secara wajar dan lancar (jangan dribel). Kecepatan lari pada akhir awalan tidak perlu dilakukan dengan kecepattan penuh (full speed 100%). Karena awalan pada lompat tinggi yang dilakukan secara full speed akan mempersulit dan mengurangi timbulnya daya tolakkan kaki untuk membawa badan melambung ke atas,

d. Banyak langkah tidak ada ketentuan yang pasti.
Namun pada umumnya banyak langkah sekitar antara 9-15 langkah.


2. Tumpuan 
Tumpuan dilakukan dengan kaki yang terkuat. Saat bertumpu harus tepat pada titik tumpu. Titik tumpu adalah tempat berpijakknya kaki tumpu pada saat melakukan lompatan. Untuk memperoleh kaki tumpu yang tepat haruslah dicoba berulang kali sejak menentukan titik awal, sudut awalan, irama serta banyaknya langkah.

Titik awal dikatakan tepat, apabila pada saat badan melayang diudara terlalu dekat, akibatnya mistar akan tersentuh badan pada tengah mistar. Apabila titik tumpu terlalu dekat, akibatnya misatar akan tersentuh badan pada saat pelompat masih bergerak melambung keatas. Sebaliknya apabila titik tumpu terlalu jauh , akan berakibat mistar tersentuh badan pada saat pelompat sudah bergerak turun. Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikkan pada saat melakukan tumpuan, yaitu :
  1. Menurunkan titik berat badan dengan cara menekuk lutut kaki tumpu sedemikian rupa (sekitar 130-160 derajat) sehingga menimbulkan daya tolakkan yang besar.
  2. Saat akan bertumpu posisi badan agak dicondongkan kebelakang (kecuali pada gaya Flop,kecondongan belakang ini relatif sangat kecil atau hindari sama sekali).
  3. Tumpuan dilakukkan dengan sekuat tenaga, cepat dan meledak (explosive)
  4. Menapak pada bagian tumit terlebih dahulu - seluruh telapak kaki - ujung kaki. Akhir tumpuan , kaki tumpuan harus lurus pada bagian lutut samapai pada ujung kaki.
  5. Saat bertumpu kaedua lengan bisa diayunkan serentak atau ayunan secara wajar (sepihak saja)

3. Melayang 

Gerakkan melayang di udara terjadi saat kaki tumpu lepas dari tanah. Sikap badan dan gerakkan kaki maupun lengan saat melayang melewati mistar tergantung dari masing-masing gaya. jadi gerakkan posisi badan saat melayang inilah yang memberikan ciri-ciri membedakan gaya yang satu dengan yang lain. Tiga prinsip yang perlu diperhatikan saa melayang :
  1. Saaat melewati mistar kedudukan titik berat badan sebaiknya sedekat mungkin dengan misrtar. Dalam kinesiologi dikatakan bahwa titik berat badan manusi terletak didepan dataran tulang cacrum (pinggul) bagian atas atau sekitar dibagain belakang pusar.
  2. Titik tinggi lambungan maksimal harus tetap diatas dan ditengah-tengah mistar.
  3. Dilakukan dengan tenaga yang sedikit mungkin dan secara sadar, agar dapat menghindari gerakkan-gerakkan yang tidak perlu.

4. Pendaratan
Pendarattan merupakkan tahapan terakhir dari proses gerakkan beruntun suatu lompatan. Cara melakukan dan sikap badan saat mendarat tergantung dari masing-masing gaya. Disini ada dua prinsip yang perlu diperhatikan :
  1. Dilakukan dengan standar
  2. Posisi badan harus sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan rasa sakit atau cidera.

Demikan Tahapan-tahapan Gerak Lompat Tinggi, terimakasih sudah berkunjung di aak-share.com dan semoga bermanfaat!


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments