Posted by Aak
Aak-share.com Updated at: 1:01:00 AM

Teknik Melakukan Lompat Galah

No comments:
Teknik Melakukan Lompat Galah ~ Perlu diketahui, bahwa melakukan lompat tinggi galah sangant dipengaruhi oleh jenis galah yang dipergunakan (galah dari bambu kayu, logam/almunium, fiber glass). Galah dari bambu almunium adalah sama cara memakainya, karena kedua jenis galah ini tidak banyak mengalami lengkungan pada saat badan pelompat terayun keatas.

Sedangkan galah jenis fiber galss agak lebih sulit pemakaiannya, karena pihak pelompat harus menyesuaikan diri dengan keadaan galah yang jauh lebih teratur dari pada galah bambu ataupun logam. Akan tetapi cara membuat/memegang gallah saat berlari melakukan awalan dan cara menancapkan dari ketinggian jenis galah tersebut perinsipnya sama.


Tinjauan secara teknis tentang lompat tinggi galah ini meliputi 6 masalah, yaitu : cara memegang galah, cara membawa galah cara melakukan lari awalan, cara menancap galah, bergantung dan berayun keatas, cara melewati mistar dan cara melakukan pendaratan.

1. Cara memegang galah
Bagi pelompat yang saat bertumpu dengan kaki kiri, cara memegang galah adalah :
  1. Tangan kiri didepan, punggung telapak tangan menghadap keatas. Keempat jari rapat berada disisi/samping kanan (luar), ibu jari rapat berada disisi/disamping kanan (luar), ibu jari berada disisi dalam/bawah. Siku ditekuk sekitar 90 derajad, lengan bawah diangkat kira-kira setinggi ulu hati. Jarak antara lengan bawah denagn ulu hati sekitar satu jangkal.
  2. Tangan kanan berada dibelakang, siku ditekuk sekitar 90 derajad (pada umumnya lebih), lengan bawah menuju kebawah agak kebelakang. Keempat jari berada didalam sisi, ibu jari disisi luar.
  3. Genggaman kedua lengan tidak terlalu kuat, tetapi cukup sedang saja.
  4. Agar berat galah tidak terlampau didepan, maka tangan kanan 9tangan belakang) harus sedikit menekan kebawah sehingga posisi tangan kanan lebih rendah dari pada lengan kiri (tangan depan)
  5. Bagian galah terletak diantara genggaman tanagan kanan dan tangan kiri harus berada sedekat mungkin dengan badan  setinggi pinggang. Ujung galah menuju kedepan atau atau sedikit kesamping kiri dalam posisi lebih tinggi dari kepala.
  6. Sikap kedua bahu tetap data, badan (dada) menghadap kedepan.
  7. panjang atau pendeknya pegangan galah tergantung dari tinggi-rendahnya kedudukan mistar. Bagi pemula, pegangan tangan bagian depan bisa setinggi mistar atau lebih. Sedangkan bagi pelompat senior pengangan tangan bagian depan tadi sering lebih rendah dari kedudukannya mistar. Apabila kedudukan mistar lebih tinggi dari panjang galah, maka pegangan kedua tangan pada galah harus lebih rendah dari ketinggian galah.
2. Cara melakukan Awalan
  1. Jaraknya tergantung dari kemampuan dan kemantapan masing-masing atlit (25-35 meter). Pada umumnya jarak awalan pada lompatan tinggi galah tidak perlu sejauh seperti pada lompat jauh atau lompat jangkit, karena apabila terlampau jauh akan semakin melelahkan kedua tangan/lengan.
  2. Langkah awal dari pelan semakin dipercepat. Disinipun kalau pihak pelompat mampu melakukan, dapat memakai free wheeling menjelang bertumpu (kira-kira tiga langkah sebelum bertumpu/menancapkan galah).
  3. Selama berlari mengam,bil awalan, genggaman kedua tangan tidak terlalu kuat atau kaki/kejang. Kedua tangan juga tidak perlu digerakkna tau diayunkan kemuka belakan secara aktif, tetapi cukup rilek saja.
  4. Saat berlari sikap badan tetap menghadap kedepan dan arah galah tetap lurus kedepan dengan posisi ujung galah galah lebih tinggi dari kepala
  5. Semakin dekat dengan tempat bertumpu (titik tumpu) ujung galah sedikit demi sedikit diturunkan untuk segera ditancapkan pada papan/lubang penancap galah.
3. Cara menancapkan galah dan bertumpu

  1. Cara menancapakan galah tidak disodorkan dari atas kebawah, tetapi sedikit menjulurkan kedua lengan kedepan bawah untuk memasukkan ujung galah kedalam lubang penancap galah. Sesaat ujung galah mengenai dasar lubang, maka gengaman tangan bagian depan (kiri) sedikit digeser mendekat kearah tangan kanan. Dari sikap itu kedua lengan terus diangkat keatas atau saat itu pula kaki kanan (terutama bagian paha) diangkat cepat kedepan atas (tungkai bawah ditekuk rileks) yang disertai pula dengan tolakkan kaki kiri pada titik tumpu tolakkan kaki kiri hrus kuat, cepat dan menghentak (meledak), sehingga lutut berakhir dalam sikap lurus.

    Perlu di ketaui bahwa pergeseran genggaman tangan kiri mendekat kearah tangan kanan tadi mempunyai maksud agar kekuatan kedua tangan semakin terpadu  dan mempermudah dalam memutar badan saat akan melewati mistar. Tetapi bisa dan boleh genggaman tangan depan/kiri tidak perlu digeser keatas sekarang justru cara inilah yang banyak dipakai, terutama yang memekai galah fiber glass
  2. Saat kaki kiri lepas dari tanah, kedua lengan tetap lurus (terutama lengan kanan) dan saat itu pula badan mulai bergantung pada galah. Pandangan keatas mistar.
4. Bargantung dan mengayun kebadan atau
Seperti pada akhir uraian diatas, maka :
  1. Setelah kaki kiri lepas dari tanah, kedua lengan lurus dari atas kepala, paha kanan diangkat kedepan atas, saat itu itu pula kaki kiri diayun keatas menyusul keki kanan. Apabila pelompat memakai galah fiber galss, maka pada saat inilah galah tersebut benar-benar dalam keadaan melengkung optimal dan saat itu pula sikap kedua kaki sudah terayun keatas lebih tinggi dari kepala.
  2. Saat kedua kaki benar-benar terayun keatas, dengan tumpuan kedua tangan pada galah badan tersebut didorong dan diangakat keatas sambil memulai memutarkan badan kekiri.
5. Cara melewati mistar
  1. Setelah badan bertumpu kekiri, kedua tangan tetap bertumpu pada galah untuk mengangkat seluruh berat badan keatas, maka saat itu posisi kepala benar-benar berada dibawah menuju kearah jalur awal, perut menghadap kearah mistar.
  2. Akhir dari tumpuan kedua tangan pada galah tadi, separo bagiann badan telah melewati mistar dan saat itu pula galah dilepaskan (tangan kiri lepas terlebih dahulu, disusul tangan kanan). Kedua kaki diturunkan, perhatian dituju pada pendaratan. Apabila memakai galah fiber glass, maka pada saat galah hampir lurus keatas, sat itu pula pihak pelompat harus menekan/bertumpu dengan kedua tangan. Sehingga saat dilepaskan, posisi galah sudah dalam keadaan lurus.
6. Pendaratan
Perinsip utama pada pendaratan adalah sama dengan lompat tinggi, yaitu agar badan tidak merasa sakit/cidera. Olehsebab itu karena pada lompat tinggi galah saat akan mendarat lebih tinggi melayang, maka cara yang paling baik adalah mendarat dengan kedua kaki lurus mengeper.

Walaupun pada kenyataannya banyak pula para pelompat yang sering mendarat dengan sikap duduk atau agak tidur terlentang. Hali ini tergantung dari penguasaan keseimbangan pada saat melayang turun. Sehubungan dengan it, maka perlu diperhatikan bahwa alas pendaratan pada lompat tinggi galah harus terbuat dari bahan yang lunak (kasur busa/spon). Kalau terpaksa hanya dari pasi, harus hati-hati.

Beberapa hal yang perlu di ingat
  1. Saat memegang galah jarak antara kedua genggaman tanagn janagn terlalau dan jangan belakang sampai lurus.
  2. Saat mengambila awalan sikap badan jangan miring, tetapi harus tetap menghadap kedepan.
  3. sebelum galah ditancapakan, kedua tangan jangan terlalu awal diangkat, sehingga galah ditancapkan dari atas kebawah (seharusnya kedua lengan cukup dijulurkan kedepan, setelah itu baru diangkat keatas).
  4. Saat menancapkan galah tangan kiri (depan) perlu digeser mendekat dengan lengan kanan, atau setidak-tidaknya pegangan kedua tangan tetap tidak berubah.
  5. Saat bertumpu harus berani mengangkat kaki ayun kedepan dan saat mulai bergantung kedua lengan jangan terlalucepat ditekuk.
  6. saat bergantung harus berani mengayunkan kaki tumpu keatas sehingga sejajar dengan kaki ayun.
  7. setelah kedua kaki terayun keatas, badan harus segera diputar kekiri.
  8. Sebelum melepaskan gala, kedua lengan harus diluruskan untuk  ertumpu/menekan pada galah.
  9. Saat mendarat harus dilakukan dengan sadar.
Serangkaian gerak lompat galah


Keterangan :
Gambar 1-2 = Saat menancapkan galah
Gambar 3    = Saat bertumpu kaki kiri berakhir lurus disertai mengayunkan kaki kanan kedepan atas, tangan kanan tetap lurus.
Gambar 4-6 = Saat bergantun, bertumpu dengan kedua tangan, kedua kaki keatas.
Gambar 8    = Kedua kaki benar-benar terjulur keatas, disertai memutar badan kekiri dan tetap bertumpu dengan kedua tangan
Gambar 9    = Tangan kiri dilepas terlebih dahul, tangan kanan menekan sampai lurus
Gambar 10  = Tangan kanan melepaskan galah agak didorong menjauhi mistar, kedua kaki kebawah
Gambar  11 = Kedua kaki terus diayun kebawah, perhatian mulai tertuju pada pendaratan (dengan kedua kaki atau dengan bagian punggung)


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments