Posted by Aak
Aak-share.com Updated at: 6:17:00 PM

Teknik Melontar Martil

No comments:
Teknik Melontar Martil ~ Lontar martil termasuk salah satu jenis nomor lempar pada olahraga Atletik. Disamping perlunya unsur-unsurseperti yang telah disebutkan terdahulu (kekuatan daya ledak, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan lain-lainnya) maka pada lontar martil masih sangat dituntut perlunya bentuk tubuh (postur) dan berat badan seseorang.


Atlite Pelontar Martil harus memiliki bentuk tubuh yang besar, kekar dan berat badan yang memadai (paling tidak 80 kg keatas). Jadi seorang atlet yang hanya memiliki berat badan sekitar 60 kg belum sesuai sebagai pelontar martil yang ideal, karena semakin kecil berat badan seseorang akan semakin sulit mengatasi dan mengendalikan keseimbangan badan dan posisi martil selama melakukan putaran dan saat pelepasannya.

Teknik Melontar Matil
Tinjau secara teknis pada lontar martil meliputu 3 masalah, yaitu : Cara memegan martil, putaran awalan dan melontarkannya.

A. Cara memegang martil
Berbeda dengan jenis lempar yang lain, maka lontar martil harus dipegang dengan kedua tangan pada tempat pegangan yang terdapat di pangkal tungkai/tali martil. Apabila pihak pelontar berputar kekiri pada saat melakukan awala, maka cara memegangnya ; tangan kiri memegang terlebih dahulu dengan merapatkan dan melipat keempat jari sehingga pegangan tali itu melintag pada pangkal jari.



B. Gerakkan Putaran Awalan dan melontarkan
Kiranya sangatlah sulit untuk dibayangkan bagaimana cara berputar selama mengambil awalan dalam lontar martil. Agar lebuh mudah memahami rangkaian gerak tersebut, disamping membaca keterangan dibawah ini hendaknya juga memeprhatikan gambar rangkaian gerakan lontar martil secara keseluruhan.
Adapun gerakkan putaran saat melakukan awalan adalah sebagia berikut :
  1. Posisi pemulaan berdiri didalam lingkaran pada tepi bagian depa, membelakangi arah lontaran (martil dipegang dengan kedua belah tangan). Kedua kaki terbuka selebar bahu, lutut agak ditekuk. Kepala martil (bpoleh) diletakkan diluar lingkaran disebelah sisi kanan.
  2. ayunan pendahuluan dimulai dengan mengayun/menarik martil melingkar rendah ke kiri, terus kebelakang hingga kesamping kanan lagi. Begitu seterusnya, ayunan pendahuluan ini dilakukan seccukupnya (5-6 kali) dan semakin dipercepat. Selama ayunan pendahuluan kedua kaki tetap berpijak pada posisi semula (namun tidak kaku).
  3. Setelah keseimbangan badan di peroleh, maka pada putaran terakhir dimana kedua lenngan (martil) masih berada jauh di belakang, saat itu pula badan segera di putar kekiri dengan disertai mengangkat telapak kaki kiri bagian depan sehingga bertumpu pada bagian tumit. Saat itu pula kaki kanan secepatnya diangkat dan dilangkahnkan melingkar ke kiri lewat sebelah depan kaki kiri. Jadi setengah putaran yang pertama ini (180 derajad) bersumber pada tumit kiri.
  4. Setelah berputar setengan lingkaran, maka saat iitu pula sumbu berputar suudah pindah pada ujung telapak kaki kiri dengan sekejap kemudian telapak kaki kiri ini kan berpjak seluruhnya di tanah dan disusul kaki kanan mendarat/berpijak dismapingnya, kedua telapak kaki sejajar, punggung kearah lontaran. Jadi selesai tahapan putaran pertama (360 derajad. Sikap ini hanya berlangsung sekejap saja, karena harus selesai disusul dengan putaran yang kedu, sedangkan cara melakukannya sama saja dengan gerakkan putaran pertama.
  5. Pada putarana yang kedtiga, dimana kaki kanan mulai berpijak ditanah, yang berarti sikap badan masih membelakangi arah lntaran, maka kaki kanan dan kaki kiri secera beruntun melakukan hentakkan/tolakkan secepat dan sekuat mungkin disertai dengan memutar pinggul kekiri (kedua lengan masih jauh berada di belakang), pandangan sudah mulai kearah lontara/sasaran.

    pada saat kaki kiri terpancang luru, ayunana kedua lengan harus sudah mencapai titik terjauh/tertinggi dari badan dan saat itulah genggaman martil cepat dilepaskan. Gerakkann ini diikuti dengan gerakkan ikuta, yaitu melangkahkan kaki kanan agak di depan bekas telapak kaki kiri yang saat itu pula sudah ditari/diayun kebelakang. Gerak ikutan ini dapat pula dilakukan dengan mengayunkan kaki kanan melingkar kek kiri, sehingga badan berputar penuh (360 derajad).
Serangkaian Gerak Lontar Martil


Keterangan :
Gambar 1        = Posisi awal
Gambar 2-4     = Ayunan pendahuluan
Gambar 5-8     = Putaran pertama
Gambar 8-10   = Putaran kedua
Gambar 11-14 = Putaran ke tiga (putaran terakhir)
Gambar 15      = Saat martil akan dilepaskan (kedua kaki masih bersilang)


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

No comments